Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Koper Didominasi Pampers dan Blender Demi Tularkan Kecintaan pada Inter

Koper Didominasi Pampers dan Blender Demi Tularkan Kecintaan pada Inter 

Koper Didominasi Pampers dan Blender Demi Tularkan Kecintaan pada Inter

Singapura – Keluarga-keluarga muda ini ngotot datang ke Singapura untuk nonton Inter Milan. Tak peduli koper penuh pampers dan blender.

Apriansyah tak mau membuang peluang besar yang ada di depan matanya. Sebagai Interisti, dia merasa wajib datang ke Singapura demi bisa nonton langsung tim kesayangannya.

“Mumpung dekat. Kalau ke Milan berapa coba biayanya,” kata Apriansyah.

Lagipula, Apriansyah ingin sedini mungkin mengenalkan Inter kepada putrinya, Alula Putri Annasyah, yang masih berusia 11 bulan.

Baca Juga : Agen Bola Online – ‘Kyle Walker Akan Beri Dampak Besar ke Lini Belakang City’

Makanya saat situs resmi Inter Milan mengumumkan kalau mereka bakal menjadi salah satu kontestan International Campions Cup (ICC) di Singapura akhir Juli, Apriansah langsung mengumpulkan uang. Istrinya, Anisa Rahmawati, yang juga Interisti tak keberatan.

“Untungnya si kecil nggak ada masalah. Waktu usia empat bulan sudah ‘latihan’ saya bawa dari Jakarta ke Yogyakarta. Jadi, ini bukan perjalanan jauh yang pertama meski beda negara,” tutur Anisa.

Hanya saja, mereka memang harus menyiapkan bekal ekstra di dalam kopor. Dengan membawa batita, pampers jadi bawaan wajib. Pasangan Apriansyah-Anisa berharap tak banyak belanja di Singapura. Kurs rupiah dengan negeri Singa yang 1:10 membuat mereka harus pilih-pilih pengeluaran.

Pengalaman pasangan Tito Apriawan-Parimis yang membawa putra pertama mereka, Muhammad Alvaro Rifaat Suwandi, serupa tapi tak sama. Sebisa mungkin mereka menghindari belanja di Singapura.

Makanya, Tito dan Parimis membawa koper super besar. Mereka membawa susu untuk batita dan bahan makanan dari Sidoarjo, Jawa Timur. Selain itu, mereka berbekal blender.

“Untungnya nggak over, soalnya jatah bagasi Garuda Indonesia kan besar,” ujar Tito.